Kamis, 08 Juni 2017

BOLEHKAH PEKERJA BERAT TIDAK BERPUASA ROMADHON

*PEKERJA BERAT BOLEHKAH TIDAK PUASA?*
(Buya Yahya Menjawab - Spesial Ramadhan)
Assalamualaikum.. Buya, saya bekerja merantau sebagai seorang tukang bangunan di sebuah proyek gedung bertingkat. Kami merasa sangat payah dalam pekerjaan kami. Bolehkah saya tidak berpuasa Buya? Apakah nanti wajib qodho dan fidyah juga?
*Jawaban*
- Salah satu dari 9 orang yang boleh meninggalkan puasa yaitu orang sakit (dengan ketentuan-ketentuannya). Namun disini juga bisa dibahas tentang orang2 yang bekerja berat / para Pekerja berat. para pekerja keras boleh meninggalkan puasa ramadhan di saat dia benar-benar merasa berat dalam menjalankan puasa, dengan syarat :
1.Malam harinya harus tetap niat berpuasa, dan berpuasa di siang harinya sampai benar-benar sekiranya merasakan lemah / berat sekali / tidak kuat, maka diperbolehkan berbuka dengan memakan / meminum sekedarnya saja. Sekiranya untuk membangkitkan tenaga. Dan nanti jika merasakan lagi kelemahan yang sangat maka diperbolehkan lagi makan / minum sekedarnya saja.
2. Dia wajib mengqodho hari yang ia batalkan puasanya tersebut setelah melewati hari raya.
- HARAM hukumnya jika Pekerja berat tersebut sudah berbuka dari awal pagi / tidak mencoba menjalankan puasanya terlebih dahulu semampunya. Karena dalam hal ini dia bisa saja membatalkan pekerjaannya.
Semoga kita bisa meraih Kemuliaan Ramadhan di tahun ini. aamin...
Wallahu a'lam bisshowab..

Minggu, 23 April 2017

AGAR HIDUP TERUS BAHAGIA


Rasulullah merasa heran dengan orang muslim, mereka hidup selalu ceria penuh kebaikan karena 2 hal: Sabar dan Syukur.
Ketika mendapat nikmat mereka bersyukur maka Allah menambah nikmatnya dan menjadikan nikmat tersebut sebuah kebaikan (pahala), dan ketika Allah memberi cobaan (musibah) mereka bersabar, maka allah membalasnya dengan nikmat dikemudian hari dan menjadikannya sebagai penghapus dari dosa-dosa yang pernah dilakukannya.
Bukan kah hal tersebut luar biasa jika kita pikirkan, orang muslim menjalani hidup selalu ceria dan penuh kebaikan dengan melakukan 2 hal tersebut, bahkan ketika mereka mendapat cobaan (musibah) mereka bersabar dan dapat ceria karena mereka sadar cobaan itu adalah penghapus dosa baginya, cobaan tersebut juga pasti karena dia berbuat salah, dan sadarlah bahwa semua yang kita miliki sebenarnya milik Allah jadi ketika ada musibah yang menimpa dia tidak bimbang karena apa yang hilang memang bukan miliknya.
لايكلف الله نفسا إلا وسعها  (سورة البقرة – الاية 286) 
Allah telah menyatakan dalam ayat tersebut, bahwa Allah SWT tidak menguji hambanya diluar batas kemampuannya, percayalah apa yang kau hadapi kau bisa mengatasinya, Allah percaya kalau kita salah satu hambanya yang kuat, jagalah kepercayaan tersebut, jangan mudah putus asa dan kalah dengan bsisikan setan yang ingin melemahkan kita yang sudah allah beri kepercayaan bahwa kita kuat.
            Rasulullah SAW bersabda: إن اشد البلاء الأنبياء ثم الذين يلونهم والذين يلونهم
paling berat cobaan (yang allah beri) adalah kepada nabi, kemudian kepada mereka yang mengikuti para nabi dan seterusnya”.
Pernah kita berpikiri akan hal tersebut, sadarkah kita bahwa cobaan terberat dialami oleh para nabi kemudian para sahabat kemudian yang mengikuti para sahabat dan seterusnya. Kenapa demikian, hal tersebut karena cobaan sebenarnya adalah bahwa allah mencintai kita (bukan kah kita jika mencintai seseorang kita juga akan mengujinya agar kita tahu apakah cintanya tulus dan benar-benar, bahkan kita akan mengujinya tidak hanya sekali, tapi kita akan mengujinya kembali dengan hal yang lebih berat), dan karena cobaan dari Allah apabila kita sabar, hal tersebut dapat menghapus dosa kita dan meningkatkan derajat kita di akhirat kelak.
            Setiap yang Allah takdirkan pasti ada hikmahnya, yakinlah Rahasia Tuhan itu ada dan lebih indah dari apa yang kita inginkan.

Habib umar bin hafidz - lisan mu adalah gambaran diri mu

الحبيب عمر بن حفيظ - Habib Omar:
لسانك يعبِّر عما في قلبك..
Lisan-mu adalah gambaran dari apa-apa yang tersimpan didalam hatimu
فكل كلمة سيئة دالة على سوء في قلبك ، 
Maka setiap kalimat yang buruk,menunjukkan atas buruknya apa-apa didalam hatimu
كل غيبة دليل على ظلمة في قلبك ، 
Setiap gosip menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
كل كذبة دليل على سوء في قلبك ، 
Setiap kebohongan menunjukkan atas jeleknya apa-apa didalam hatimu
كل يمين كاذبة دليل على كدرة ووسخ في قلبك ، 
Setiap sumpah palsu menunjukkan atas keruh&kotornya apa-apa didalam hatimu
كل سبٍّ على صغير أو كبير بل على حيوان دليل على ظلمة في قلبك.. 
Setiap cacian baik atas anak kecil atau-pun orang dewasa bahkan cacian atas hewan sekali-pun menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
اللسان ترجمان الجنان فكن صدوقَ اللسان طاهر الجنان. 
Lisan adalah merupakan gambaran hati,maka jadilah dirimu pribadi yang memiliki lisan yang jujur,suci hati..

Hukum mengangkat tangan ketika berdoa

Dalil mengangkat tangan ketika doa
Ada dua penjelasan hadis dalam masalah ini, yaitu hadis secara umum dan khusus. Penjelasan hadis secara umum adalah sabda Rasulullah Saw:
عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ g إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا (رواه أبو داود رقم 1273 والحاكم رقم 1831 وابن ماجه رقم 3855 والترمذى رقم 3479 وحسنه)
"Sesungguhnya Allah Dzat yang maha hidup nan mulia. Allah malu dari hambanya yang mengangkat kedua tangannya (meminta) kepada-Nya untuk menolak permintaannya"(HR Abu Dawud No 1273, Ibnu Majah No 3855, al-Hakim No 1831 dan Turmudzi No 3497, ia menilainya hasan). Juga sebuah hadis:
وَعَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ g  مَا رَفَعَ قَوْمٌ أَكُفَّهُمْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ يَسْأَلُوْنَهُ شَيْئًا إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَضَعَ فِي أَيْدِيْهِمْ الَّذِي سَأَلُوْا (رواه الطبراني في الكبير رقم 6142 قلت : له حديث في السنن غير هذا رواه الطبراني ورجاله رجال الصحيح (مجمع الزوائد 10/ 265)
"Tidak ada satu kaum yang mengangkat tangannya kepada Allah meminta sesuatu kepada-Nya kecuali menjadi kewajiban bagiAllah untuk mengabulkannya" (HR Thabrani dalam al-Kabir No 6142, al-Hafidz al-Haitsami berkata:
"perawinya adalah perawi sahih")
Hadis yang secara khusus setelah salat:
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى قَالَ رَأَيْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَرَأَى رَجُلاً رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُوْ قَبْلَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهَا قَالَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ g لَمْ يَكُنْ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ (رواه الطبراني وترجم له فقال: محمد بن أبي يحيى الأسلمي عن عبد الله بن الزبير ورجاله ثقات) مجمع الزوائد (10/ 266)
“Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Zubair melihat seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa sebelum selesai dari salat. Setelah selesai Abdullah bin Zubair berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak mengangkat kedua tangannya hingga selesai dari salatnya” (HR Thabrani, al-Hafidz al-Haitsami berkata: "Para perawinya terpercaya")
Adapun mengusap wajah:
عَنْ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ gإِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِى الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ " (قال الحافظ فى "البلوغ" 1 / 312: أخرجه الترمذى و له شواهد منها: حديث ابن عباس عند أبى داود وغيره ومجموعها يقضى بأنه حديث حسن اهـ روضة المحدثين 9/ 465)
“Diriwayatkan dari Sayidina Umar bahwa bila Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya dalam berdoa, maka beliau tidak mengembalikannya hingga mengusap wajahnya dengan kedua tangannya” (HR Turmudzi, al-Hafidz Ibnu Hajar dan al-Hafidz as-Suyuthi menilainya hasan)
Dengan demikian, hukumnya adalah sunah.

Jangan berharap dari seseorang



قال الحاكم:
Imam Hakim berkata:

رضا الناس غاية لا تدرك
Mencari keridhoan manusia adalah puncak pengharapan yang tidak bisa digapai

ورضا الله غاية لا تترك
Dan mencari keridhoan Allah adalah puncak pengharapan yang tidak bisa ditinggalkan

فاترك ما لا يدرك
Maka tinggalkanlah segala apa yang tidak bisa untuk digapai

وأدرك ما لا يترك
Dan raihlah segala apa yang tidak bisa untuk ditinggalkan

Hormati Romadhan



Dijelaskan di dalam kitab Imam Al Haddad:
Ada seorang hamba yangg sedang dicambuk oleh Malaikat, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya dan bertanya, apa salah hamba itu wahai malaikat?
Malaikat menjawab: "wahai Nabi, dia menjumpai Romadhon akan tetapi dia tdk beribadah (puasa, mengaji, sholat sunnah dsb.), melainkan bermaksiat di bulan Romadhon".
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ingin membantu / memberi syafaat kepada orang itu, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pemberi syafaat bagi Ummatnya, akan tetapi ketika Rasulullah ingin membantu terdengar suara: "Wahai Muhammad apakah engkau ingin membantu musuhnya bulan Romadhon sedangkan bulan Romadhon adalah bulan Allah Subhaanahu wata’ala"
Mendengar hal tesebut, Rasulullah bersabda: "aku lepas bagi siapa saja yang menjadi musuh bulan Romadhon.